Aku
nggak percaya sama yang namanya cinta. Iyo,. Bagiku itu aneh. Ngapain juga
orang orang gandengan gak jelas. Mesra mesraan. Enakan juga sendiri. Bisa kentut
seenaknya. Well, itulah persepsi saya pada zaman prasejarah atau malah zaman
pra aksara.
Tapi
semua itu berubah ketika aku disapa oleh dia.. iya dia bukan syaiton. Jadi,
begini ceritanya...
Malam
hari di suatu warnet. Yo.. aku memang suka berpetualang ke warnet pada malam
hari. koneksinya cepet,lho. Seperti ritual , kubuka akun facebookku. Yang sudah
lama sekali tidak kubuka. Dan ketika kubuka, ya tuhan! Sarang laba laba sudah
menumpuk di pojokan. Sebentar, itu bukannya spiderman?. And the last thing i’d
said was bullshit!.
Facebookku
tidak jauh jauh dari kata sepi , senyap dan kekurangan pengunjung. Aku mulai
menguap lebar lebar dan buru buru terbatuk karena tersedak permen kiss yang
kuemut. Sumpah, nyakitin banget!. Untung aku nggak ngemut yang rasa mint.
Dan... inilah yang ingin kuceritakan dari tadi..
Kantukku
langsung menguap begitu melihat sebuah sapaan dari seseorang yang bahkan aku
nggak nyadar sudah berteman, sapaan yang singkat “hi, how are you?”. Wajahku
langsung cerah secerah matahari pagi. Kubalas dengan perkataan singkat namun
cukup welcome, “i’m great. You?”
Dan
percakapanpun mengalir bagai air comberan di depan rumah. Baru kusadari kalau
dari tadi aku ngobrol pakai bahasa inggris. Setelah kuperhatikan, ya amplop!!!
Aku ngobrol sama orang asing!.
Napasku
megap megap saking gembiranya. Mimpi apa aku tadi siang?! Bisa disapa sama
orang asing!. FYI : saya akui saya memang agak ndeso. Nama orang itu adalah Bil
(demi menjaga nama baik karena tulisan saya ini memalukan. Maka, nama saya
samarkan). Dan dia berasal dari Algeria.
“i
come from Algeria” dia bilang begitu. Eh! Maksudku, dia nulis begitu.
“oooohhhh.
I know that country. So far”
Ladies
and gentleman who read this, Algeria itu apaan?! Perasaan.. selama 11 tahun aku
memelajari IPS yang berkaitan erat dengan peta (maksudku geografi). Nggak ada
yang namanya Algeria. Dimanakah gerangan letak Algeria? Planet bumi kah?!.
Ya
amplop... come on! Memangnya aku hidup dimana? Hutan belantara? Sampai sampai
tidak tau tempat bernama Algeria!. Dan satu menit kemudian aku menyadari kalau
aku sedang berhadapan dengan device yang maha tau. Ibaratnya, dia adalah tangan
tuhan. Yup! Mbah google. Aku pun cari tau, dan oooolalala!!!
Algeria
adalah nama lain dari Aljazair. Lha, kalau yang terakhir itu baru aku tau..
Algeria adalah negara di perbatasan antara benua eropa dengan afrika.
Tetangganya spanyol dan Nigeria!
Malamnya
di rumah, pikiranku tak henti hentinya berpikir tentang dia. Ya amplop! Padahal
Cuma ngobrol sebentar doang. Kalau dibayangin kayak orang yang nggak sengaja
ketemu dan ngobrolin nggak penting lalu bubar. Atau kayak orang yang Cuma
papasan di jalan lalu bubar. Palingan, esok dia udah nggak nyapa lagi!.
Beberapa menit kemudian, aku tidur. Lupa dengan apa yang sudah terjadi.
1
minggu kemudian,
Tuhanku
dimanapun engkau berada, apakah rencanamu terhadap hambamu ini?!. Bil menyapaku
lagi.. masih sih, dengan sapaan singkat namun welcome, “hi how are you?”. Dan percakapan demi percakapan mengalir lagi
bagai air bah. Bosan aku dengan air got.
Yah!
Ku akui, percakapanku dengannya memang agak nggak nyambung. Aku ngomong A dia
mudengnya Z. Begitu juga sebaliknya. Namun, it’s something fun. I know, that’s
cruel. But, bagaimana kita nggak mudeng satu sama lain itulah yang fun. Dan aku
baru mudeng begitu kubaca ulang percakapannya selama 5 kali atau lebih. Dan..
aku emang rada telmi.
Oh...
there’s one thing you should know. Percakapan pembuka dari segalanya itu ada di
bulan puasa awal sampai tengah. Ya.. Cuma tengah. Keputus karena apa? karena...
MUDIK!. Ya.. aku mudik. Sama seperti ribuan orang islam di Indonesia. aku
mudik. Memang aku agak jahat ninggalin dia begitu aja. Oh, waktu itu aku punya
panggilan buat dia, yakni.. “My Best Far Friend”. But, i think it’s okay. We’re
just friend. Jadi, sah sah aja kan kalau aku asal minggat selama lebih dari 4
minggu tidak on facebook demi lancarnya kebersamaan keluarga di bulan suci
ramadhan.
And,
do you know what happen when i opened my fb after 4 weeks i’m off?????... by God,
that’s out of my expectation!!. Dia
memberi pesan beruntun yang agak mengejutkan..
“hahahaha!”
“i
miss you, friend”
“how
are you?”
Dan
segala macam emoticon lain yang menggambarkan how he miss me so much. Dan di
bagian akhir,
“felicitous...
feast”
“hu...”
Mulutku melongo
membentuk huruf o sempurna.
No comments:
Post a Comment