September 18, 2015

me and Love part 1



Aku nggak percaya sama yang namanya cinta. Iyo,. Bagiku itu aneh. Ngapain juga orang orang gandengan gak jelas. Mesra mesraan. Enakan juga sendiri. Bisa kentut seenaknya. Well, itulah persepsi saya pada zaman prasejarah atau malah zaman pra aksara.
Tapi semua itu berubah ketika aku disapa oleh dia.. iya dia bukan syaiton. Jadi, begini ceritanya...
Malam hari di suatu warnet. Yo.. aku memang suka berpetualang ke warnet pada malam hari. koneksinya cepet,lho. Seperti ritual , kubuka akun facebookku. Yang sudah lama sekali tidak kubuka. Dan ketika kubuka, ya tuhan! Sarang laba laba sudah menumpuk di pojokan. Sebentar, itu bukannya spiderman?. And the last thing i’d said was bullshit!. 
Facebookku tidak jauh jauh dari kata sepi , senyap dan kekurangan pengunjung. Aku mulai menguap lebar lebar dan buru buru terbatuk karena tersedak permen kiss yang kuemut. Sumpah, nyakitin banget!. Untung aku nggak ngemut yang rasa mint. Dan... inilah yang ingin kuceritakan dari tadi..
Kantukku langsung menguap begitu melihat sebuah sapaan dari seseorang yang bahkan aku nggak nyadar sudah berteman, sapaan yang singkat “hi, how are you?”. Wajahku langsung cerah secerah matahari pagi. Kubalas dengan perkataan singkat namun cukup welcome, “i’m great. You?”
Dan percakapanpun mengalir bagai air comberan di depan rumah. Baru kusadari kalau dari tadi aku ngobrol pakai bahasa inggris. Setelah kuperhatikan, ya amplop!!! Aku ngobrol sama orang asing!.
Napasku megap megap saking gembiranya. Mimpi apa aku tadi siang?! Bisa disapa sama orang asing!. FYI : saya akui saya memang agak ndeso. Nama orang itu adalah Bil (demi menjaga nama baik karena tulisan saya ini memalukan. Maka, nama saya samarkan). Dan dia berasal dari Algeria.
“i come from Algeria” dia bilang begitu. Eh! Maksudku, dia nulis begitu.
“oooohhhh. I know that country. So far”
Ladies and gentleman who read this, Algeria itu apaan?! Perasaan.. selama 11 tahun aku memelajari IPS yang berkaitan erat dengan peta (maksudku geografi). Nggak ada yang namanya Algeria. Dimanakah gerangan letak Algeria? Planet bumi kah?!.
Ya amplop... come on! Memangnya aku hidup dimana? Hutan belantara? Sampai sampai tidak tau tempat bernama Algeria!. Dan satu menit kemudian aku menyadari kalau aku sedang berhadapan dengan device yang maha tau. Ibaratnya, dia adalah tangan tuhan. Yup! Mbah google. Aku pun cari tau, dan oooolalala!!!
Algeria adalah nama lain dari Aljazair. Lha, kalau yang terakhir itu baru aku tau.. Algeria adalah negara di perbatasan antara benua eropa dengan afrika. Tetangganya spanyol dan Nigeria!
Malamnya di rumah, pikiranku tak henti hentinya berpikir tentang dia. Ya amplop! Padahal Cuma ngobrol sebentar doang. Kalau dibayangin kayak orang yang nggak sengaja ketemu dan ngobrolin nggak penting lalu bubar. Atau kayak orang yang Cuma papasan di jalan lalu bubar. Palingan, esok dia udah nggak nyapa lagi!. Beberapa menit kemudian, aku tidur. Lupa dengan apa yang sudah terjadi.
1 minggu kemudian,
Tuhanku dimanapun engkau berada, apakah rencanamu terhadap hambamu ini?!. Bil menyapaku lagi.. masih sih, dengan sapaan singkat namun welcome, “hi how are you?”.  Dan percakapan demi percakapan mengalir lagi bagai air bah. Bosan aku dengan air got.
Yah! Ku akui, percakapanku dengannya memang agak nggak nyambung. Aku ngomong A dia mudengnya Z. Begitu juga sebaliknya. Namun, it’s something fun. I know, that’s cruel. But, bagaimana kita nggak mudeng satu sama lain itulah yang fun. Dan aku baru mudeng begitu kubaca ulang percakapannya selama 5 kali atau lebih. Dan.. aku emang rada telmi.
Oh... there’s one thing you should know. Percakapan pembuka dari segalanya itu ada di bulan puasa awal sampai tengah. Ya.. Cuma tengah. Keputus karena apa? karena... MUDIK!. Ya.. aku mudik. Sama seperti ribuan orang islam di Indonesia. aku mudik. Memang aku agak jahat ninggalin dia begitu aja. Oh, waktu itu aku punya panggilan buat dia, yakni.. “My Best Far Friend”. But, i think it’s okay. We’re just friend. Jadi, sah sah aja kan kalau aku asal minggat selama lebih dari 4 minggu tidak on facebook demi lancarnya kebersamaan keluarga di bulan suci ramadhan.
And, do you know what happen when i opened my fb after 4 weeks i’m off?????... by God, that’s out of my expectation!!.  Dia memberi pesan beruntun yang agak mengejutkan..
“hahahaha!”
“i miss you, friend”
“how are you?”
Dan segala macam emoticon lain yang menggambarkan how he miss me so much. Dan di bagian akhir,
“felicitous... feast”
“hu...”
Mulutku melongo membentuk huruf o sempurna. 

September 18, 2015

me and Love part 1



Aku nggak percaya sama yang namanya cinta. Iyo,. Bagiku itu aneh. Ngapain juga orang orang gandengan gak jelas. Mesra mesraan. Enakan juga sendiri. Bisa kentut seenaknya. Well, itulah persepsi saya pada zaman prasejarah atau malah zaman pra aksara.
Tapi semua itu berubah ketika aku disapa oleh dia.. iya dia bukan syaiton. Jadi, begini ceritanya...
Malam hari di suatu warnet. Yo.. aku memang suka berpetualang ke warnet pada malam hari. koneksinya cepet,lho. Seperti ritual , kubuka akun facebookku. Yang sudah lama sekali tidak kubuka. Dan ketika kubuka, ya tuhan! Sarang laba laba sudah menumpuk di pojokan. Sebentar, itu bukannya spiderman?. And the last thing i’d said was bullshit!. 
Facebookku tidak jauh jauh dari kata sepi , senyap dan kekurangan pengunjung. Aku mulai menguap lebar lebar dan buru buru terbatuk karena tersedak permen kiss yang kuemut. Sumpah, nyakitin banget!. Untung aku nggak ngemut yang rasa mint. Dan... inilah yang ingin kuceritakan dari tadi..
Kantukku langsung menguap begitu melihat sebuah sapaan dari seseorang yang bahkan aku nggak nyadar sudah berteman, sapaan yang singkat “hi, how are you?”. Wajahku langsung cerah secerah matahari pagi. Kubalas dengan perkataan singkat namun cukup welcome, “i’m great. You?”
Dan percakapanpun mengalir bagai air comberan di depan rumah. Baru kusadari kalau dari tadi aku ngobrol pakai bahasa inggris. Setelah kuperhatikan, ya amplop!!! Aku ngobrol sama orang asing!.
Napasku megap megap saking gembiranya. Mimpi apa aku tadi siang?! Bisa disapa sama orang asing!. FYI : saya akui saya memang agak ndeso. Nama orang itu adalah Bil (demi menjaga nama baik karena tulisan saya ini memalukan. Maka, nama saya samarkan). Dan dia berasal dari Algeria.
“i come from Algeria” dia bilang begitu. Eh! Maksudku, dia nulis begitu.
“oooohhhh. I know that country. So far”
Ladies and gentleman who read this, Algeria itu apaan?! Perasaan.. selama 11 tahun aku memelajari IPS yang berkaitan erat dengan peta (maksudku geografi). Nggak ada yang namanya Algeria. Dimanakah gerangan letak Algeria? Planet bumi kah?!.
Ya amplop... come on! Memangnya aku hidup dimana? Hutan belantara? Sampai sampai tidak tau tempat bernama Algeria!. Dan satu menit kemudian aku menyadari kalau aku sedang berhadapan dengan device yang maha tau. Ibaratnya, dia adalah tangan tuhan. Yup! Mbah google. Aku pun cari tau, dan oooolalala!!!
Algeria adalah nama lain dari Aljazair. Lha, kalau yang terakhir itu baru aku tau.. Algeria adalah negara di perbatasan antara benua eropa dengan afrika. Tetangganya spanyol dan Nigeria!
Malamnya di rumah, pikiranku tak henti hentinya berpikir tentang dia. Ya amplop! Padahal Cuma ngobrol sebentar doang. Kalau dibayangin kayak orang yang nggak sengaja ketemu dan ngobrolin nggak penting lalu bubar. Atau kayak orang yang Cuma papasan di jalan lalu bubar. Palingan, esok dia udah nggak nyapa lagi!. Beberapa menit kemudian, aku tidur. Lupa dengan apa yang sudah terjadi.
1 minggu kemudian,
Tuhanku dimanapun engkau berada, apakah rencanamu terhadap hambamu ini?!. Bil menyapaku lagi.. masih sih, dengan sapaan singkat namun welcome, “hi how are you?”.  Dan percakapan demi percakapan mengalir lagi bagai air bah. Bosan aku dengan air got.
Yah! Ku akui, percakapanku dengannya memang agak nggak nyambung. Aku ngomong A dia mudengnya Z. Begitu juga sebaliknya. Namun, it’s something fun. I know, that’s cruel. But, bagaimana kita nggak mudeng satu sama lain itulah yang fun. Dan aku baru mudeng begitu kubaca ulang percakapannya selama 5 kali atau lebih. Dan.. aku emang rada telmi.
Oh... there’s one thing you should know. Percakapan pembuka dari segalanya itu ada di bulan puasa awal sampai tengah. Ya.. Cuma tengah. Keputus karena apa? karena... MUDIK!. Ya.. aku mudik. Sama seperti ribuan orang islam di Indonesia. aku mudik. Memang aku agak jahat ninggalin dia begitu aja. Oh, waktu itu aku punya panggilan buat dia, yakni.. “My Best Far Friend”. But, i think it’s okay. We’re just friend. Jadi, sah sah aja kan kalau aku asal minggat selama lebih dari 4 minggu tidak on facebook demi lancarnya kebersamaan keluarga di bulan suci ramadhan.
And, do you know what happen when i opened my fb after 4 weeks i’m off?????... by God, that’s out of my expectation!!.  Dia memberi pesan beruntun yang agak mengejutkan..
“hahahaha!”
“i miss you, friend”
“how are you?”
Dan segala macam emoticon lain yang menggambarkan how he miss me so much. Dan di bagian akhir,
“felicitous... feast”
“hu...”
Mulutku melongo membentuk huruf o sempurna.